Sesungguhnya, Maria adalah yang pertama dan utama di antara umat manusia yang bebas dari semua cacat dosa. Sejak awal hidupnya, ia dipelihara dengan cara yang istimewa, dipilih oleh Allah untuk menjadi Bunda Tuhan. Dalam keadaan ini, Maria adalah teladan sempurna dari kesucian, yang menunjukkan kepada kita apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh Allah untuk setiap manusia: sebuah hidup yang bebas dari dosa, hidup yang sepenuhnya disucikan oleh kasih Tuhan.
Dalam Maria, kita melihat gambaran dari Gereja yang ideal, Gereja yang tidak ternoda, Gereja yang dipenuhi dengan kasih karunia. Maria adalah Bunda Gereja, dan dalam dirinya kita melihat kesempurnaan yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang Kristen. Kita dipanggil untuk mengikuti teladan hidup suci yang dimilikinya, untuk menanggalkan dosa dan segala hal yang menghalangi kita mendekat kepada Allah.
Maria, yang dipilih untuk menjadi Bunda Kristus, tidak hanya diberkati dengan kelahiran Sang Penyelamat, tetapi juga dengan kebersihannya dari dosa. Dalam Maria, kita menemukan pengharapan yang tak tergoyahkan bagi kita semua. Dia adalah pengantara kita yang paling penuh kasih di hadapan Tuhan. Kita yang penuh dengan kelemahan dan dosa, sering kali merasa tidak layak di hadapan Tuhan, namun Maria selalu menjadi penghibur dan penolong kita, selalu mengarahkan kita kepada Anak-Nya, Yesus Kristus.
Oleh karena itu, marilah kita menghormati Maria, Bunda kita yang Tak Bernoda, dan memohon pertolongannya dalam perjalanan iman kita. Semoga, dengan rahmat Allah, kita juga dapat mengikuti teladannya dalam hidup yang penuh dengan kasih, kesucian, dan kerendahan hati.”
Sumber:
Homily 251, on the Feast of the Assumption of the Blessed Virgin Mary, oleh Santo Agustinus.
