Dalam buku tipis setebal 93 halaman berjudul Mater Cordis Est ini, RD Andre merefleksikan pengalamannya bersama Kelompok Laborem, saat membangun ulang Taman Doa Maria Immaculata di Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang.
Ia menggambarkan bagaimana gagasan besar dapat diwujudkan dengan iman yang teguh, meskipun harus menembus berbagai tantangan.Membaca buku ini seperti mengikuti sebuah kisah petualangan spiritual—menapaki kisah perjuangan yang bermula dari tekad dan ide sederhana, gagasan demi gagasan tumbuh, berkembang, dan perlahan-lahan diwujudkan dalam bentuk nyata. Di baliknya, tersimpan perpaduan antara kerja sama, kerja keras, serta refleksi mendalam yang terus-menerus.
Dengan Iman kuat untuk “berjalan di atas air,” mereka tetap melangkah mewujudkan semua ide, di tengah gelombang kesulitan dan terpaan badai tantangan, dengan tatapan yang terus tertuju kepada Kristus—sumber kekuatan dan inspirasi mereka.
Gaya penulisan RD Andre yang jujur dan lugas, akan membawa pembaca larut menyelami alur cerita berbagai fakta dan pengalaman yang ia alami. Terkadang, pembaca dibawa ke dalam nuansa mistis yang menggoda nalar, lalu dihadapkan pada kesulitan teknis dan problem keuangan riil dan berbagai “mukjizat” mencengangkan yang menolong mereka mengatasi berbagai krisis.
Pada beberapa bagian buku ini juga berisi pernyataan reflektif kritis yang menusuk tajam dan menelanjangi prilaku beberapa pihak yang menolak Pembangunan Ulang Taman Doa Maria Immaculata.Secara frontal ia menentang sikap formalisme birokratis yang mengutamakan prosedur dibanding substansi; sebab baginya prosedur harus melayani substansi; Program dibuat untuk mewujudkan kasih.
Meski secara kanonik seorang Pastor tidak bertanggung jawab secara administratif kepada umat, RD Andre justru menunjukkan sikap sebaliknya. Setiap rupiah dalam proyek ini dicatat secara rinci dengan bukti pengeluaran yang lengkap, menunjukkan standar transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Bahkan, defisit anggaran pun ditutup dengan dana pribadi.
Reaksi terhadap buku ini tentu akan beragam—ada yang terinspirasi, ada yang mengkritisi, ada yang menerimanya dengan terbuka, tetapi mungkin juga ada yang sinis, marah dan menolak karena tersinggung. Namun, seperti halnya ribuan tahun lalu ketika Imam Agung Kayafas tak dapat menyangkal bahwa makam Yesus benar-benar kosong dan kabar kebangkitan-Nya menyebar ke mana-mana, demikian pula satu kenyataan yang tak terbantahkan dari kisah ini: RD Andre, RD Nani dan tim relawan Laborem telah berhasil membangun kembali Taman Doa Maria Immaculata; Dan karya mereka ini telah diberkati oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Kini, Taman Doa itu berdiri megah. Tempat yang sangat representatif dan istimewa untuk menghormati Maria, Bunda Allah, yang Dikandung Tanpa Noda.
Lebih dari sekadar dokumentasi pembangunan ulang Taman Doa, Buku ini adalah kesaksian iman yang hidup—sebuah narasi historis yang disampaikan dalam gaya reflektif yang tajam, inspiratif dan menyentuh untuk menyampaikan pesan mencerahkan kepada para pembaca, bahwa dengan Iman yang teguh dan karya yang tulus, setiap gagasan sebesar apapun dapat diwujudkan dan setiap tantangan dapat diatasi.Silakan
Unduh buku secara gratis
